Serloka Panduan

Laba rugi

Untuk: pemilik, pengelola · Di: web · Tanpa internet: –

Laba rugi menjawab pertanyaan berapa untung usaha Anda, dari penjualan dan pengeluaran yang sudah dicatat. Buka menu Laba rugi di web, lalu pilih periodenya: hari, minggu, bulan, tahun, atau rentang. Pemilik dengan beberapa cabang bisa memilih "Cabang ini" atau "Seluruh usaha". Pengelola melihat cabang yang dipegangnya.

Cara menghitungnya

BarisIsinya
Omzetpenjualan sesudah diskon dan pembatalan, termasuk penjualan yang belum dibayar lunas
Modal barang terjualharga modal setiap barang yang terjual, dikali banyaknya
Laba kotoromzet dikurangi modal barang terjual
Biayapengeluaran berjenis Biaya, per kategori (misalnya bahan & gas, sewa, listrik, gaji, lain; daftarnya di Mencatat pengeluaran)
"Laba rugi sederhana"laba kotor dikurangi total biaya. Kalau minus, tertulis "Rugi sederhana"

Harga modal yang dipakai adalah harga modal saat barang itu terjual. Mengubah harga modal hari ini tidak mengubah laba bulan lalu.

"Uang keluar yang bukan biaya" (beli barang dagangan, bayar utang, ambil pribadi) tampil terpisah dan tidak mengurangi laba. Barang dagangan dihitung saat terjual, lewat modalnya. Ambil pribadi bukan biaya usaha. Setoran ke laci juga bukan omzet.

Pembatalan dihitung pada hari pembatalan dicatat, sama dengan laporan penjualan dan pengeluaran. Laba hari yang sudah lewat tidak berubah diam-diam.

Penjualan tanpa harga modal

Barang yang harga modalnya kosong, dan penjualan nominal (tanpa memilih produk), dihitung bermodal nol. Laba jadi tampak lebih tinggi daripada kenyataan. Pita kuning menyebut berapa omzet yang tanpa modal dan berapa persen.

Tekan "Lengkapi harga modal n produk" untuk membuka Produk yang hanya menampilkan produk aktif tanpa harga modal ("Hanya produk aktif yang harga modalnya kosong"). Isi harga modalnya lewat "Ubah". Penjualan berikutnya memakai modal itu. Penjualan yang sudah tercatat tetap tanpa modal.

Warung makan

Bahan yang dimasak (beras, telur, minyak, gas) dicatat sebagai Biaya, kategori "bahan & gas", di menu Pengeluaran. Produk olahan seperti nasi uduk dibiarkan tanpa harga modal.

Jangan mengisi harga modal nasi uduk sekaligus mencatat bahannya sebagai biaya: biayanya terhitung dua kali dan laba tampak terlalu rendah. Jangan pula mencatat bahan sebagai beli barang: bahan itu tidak pernah "terjual", jadi laba tampak terlalu tinggi.

Barang yang dijual apa adanya (air mineral, rokok, kerupuk bungkus) diberi harga modal, dan belanjanya dicatat sebagai Beli barang.

Karena produk olahan tanpa modal, pita "tanpa harga modal" di warung makan memang besar. Itu wajar.

Periode berjalan dan pembanding

Yang tidak dihitung

Penyusutan alat, biaya yang tidak dicatat, pajak, dan kasbon yang tidak tertagih. Ini laba rugi sederhana, bukan laporan keuangan. Laba rugi belum bisa dilihat di HP atau komputer kasir, dan diunduh dengan "Unduh ▾" seperti laporan lain (Membaca laporan).